KTI dan Skripsi
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS SORONG TIMUR
erdasarkan World Health Organization (WHO) tahun 2020, ada 104 juta anak di seluruh dunia yang kekurangan gizi, dan kekurangan gizi masih merupakan penyebab sepertiga kematian anak. Terdapat 52 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia mengalami kekurangan gizi, salah satunya di Asia Tenggara dan Asia Selatan memiliki tingkat kekurangan gizi tertinggi, masing-masing 15,4% dan 8,9%. Pada tahun 2019 terdapat (7,3%) prevalensi nasional masalah gizi pada anak balita yang kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada balita.
Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah orang tua yang anaknya memiliki gizi kurang dan gizi baik berjumlah 468 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 82 dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dengan mengukur pola asuh orang tua menggunakan kuisoner dan pengukuran status gizi balita dengan menggunakan alat ukur status gizi balita berdasarkan BB/U atau obsevasi KMS.
Hasil penelitian ini menggunakan analisis uji statistik chi-Square dengan batas kemaknaan ? =0,05. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,002 yang berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada balita.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah adanya hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada balita di Puskesmas Sorong Timur. Saran dari peneliti, lebih memperbanyak penyuluhan terkait dengan status gizi pada balita. Dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan sumber informasi bagi yang ingin melakukan penelitian dengan judul yang sama dan bisa ditambahkan variabel yang berbeda, misalnya faktor ekonomi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain