KTI dan Skripsi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SANGGENG KABUPATEN MANOKWARI
Diare merupakan masalah utama kesehatan masyarakat karena masih
sering timbul dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB) dan disertai dengan risiko
kematian yang tinggi. Data WHO menunjukan diare telah menyumbang kematian
sekitar 550.000 anak/tahun. Diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada
anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia. Data Riskesdas tahun 2018
memperlihatkan kasus diare mengalami kenaikan sebesar 8%. Sementara itu
Provinsi Papua Barat memiliki cakupan pelayanan Diare balita terendah di
Indonesia yaitu 4,06 % dan Puskesmas Sanggeng diakhir tahun 2021 terdapat 102
kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Sanggeng
Kabupaten Manokwari.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan
cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 32 balita yang menderita diare dan
terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Sanggeng. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah total sampling.
Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat
kepercayaan ?=0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa
ketersediaan air bersih (p = 0,019), status gizi (p = 0,013) dan pengetahuan ibu (p
= 0,001) memiliki nilai signifikansi statistik < ? = 0,05.
Kesimpulannya, terdapat hubungan ketersediaan air bersih, status gizi
dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Sanggeng
Kabupaten Manokwari. Saran bagi ibu untuk rutin ke posyandu sehingga pihak
Puskesmas secara teratur dapat memantau dan memeberikan edukasi tentang
Diare.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain